Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ketua PMKRI Atambua

Resmi Dilantik! Oktovianus Mau Siap Bawa PMKRI Atambua Lebih Progresif di Perbatasan RI–RDTL

Gambar
Foto Pelantikan Mandataris RUAC PMKRI Cabang Atambua Periode 2025-2026 PMKRI Cabang Atambua - Tongkat estafet kepemimpinan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Atambua St. Yohanes Paulus II resmi berganti. Oktovianus Mau bersama jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) periode 2025/2026 dilantik dalam upacara khidmat di Aula Dharma Wanita Betelalenok, Atambua, Kamis, 30 Januari 2026. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat PMKRI, Maria A. F. G. Sukmaniara. Pelantikan tersebut menandai dimulainya masa bakti baru organisasi kader berskala nasional itu di wilayah perbatasan Republik Indonesia dan Republik Demokratik Timor Leste (RI–RDTL). Dalam arahannya, Maria menekankan pentingnya menjaga tiga nilai utama PMKRI, yakni Kristianitas, Intelektualitas, dan Fraternitas. Ia mengingatkan bahwa PMKRI harus tetap konsisten menjadi organisasi yang berpihak kepada masyarakat kecil dan kelompok yang kurang terdengar suaranya. “PMKRI bukan ...

Soal Program Gentengisasi, PMKRI Atambua Sebut Belum Jawab Realitas Masyarakat Perbatasan

Gambar
F oto Ketua PMKRI Cabang Atambua Periode 2025-2026 (Okto Mau) KORANMEDIA.COM  - Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Atambua, Okto Mau, memberikan sorotan kritis terhadap wacana pemerintah yang menetapkan program gentengisasi atau penggantian atap seng menjadi genteng tanah liat sebagai program prioritas nasional. Menurut Okto, secara konseptual program gentengisasi memang didasarkan pada sejumlah kajian yang dinilai positif. Dari aspek kesejahteraan, genteng tanah liat dianggap mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat karena menyediakan hunian yang lebih sehat, nyaman, dan ramah lingkungan. Dari sisi ekologi, genteng tanah liat dinilai lebih adaptif terhadap iklim tropis serta memiliki jejak karbon yang lebih rendah dibandingkan atap seng atau logam. Selain itu, dari segi ekonomi, program gentengisasi berpotensi membuka peluang usaha genteng lokal, mendorong pertumbuhan ekonomi desa, serta mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bangunan...